Rabu, 16 Juni 2010

KOMPAS.com


KOMPAS.com – urban communities often encounter problems clogged toilet. The tenant dishwasher clogged the channel to see the remnants of food. The smell any odor often emanating from the sewer settlement.

If the cause is organic material, decomposing bacteria can remedy the situation. Decomposing bacteria selected from the types of anaerobic bacteria.

Anaerobic bacteria is a type of bacteria that do not require oxygen to survive and breed. Contaminated with anaerobic bacteria grow without free air. One of them growing in the dung of animals that are still in the stomach.

There are two ways to obtain it. The first way, take the anaerobic bacteria from feces in the stomach of slaughtered animals. The second method, taking dirt from inside the stomach of cattle was kept alive. This method uses medical technology with fistula surgery.

Fistula surgery to create a channel retrieval from cattle dung in the stomach without causing the animal to death. Scientifically proven to contain at most anaerobic bacteria in the rumen, ie the first ventral in ruminant animals. This section lies between the esophagus and stomach nets.

“Dirt-containing anaerobic bacteria may be taken every day from fistula surgery animals,” said Suryadi, a researcher at the Center for Radioactive Waste Technology National Nuclear Energy Agency (Batan), Sunday (21.3.2010) in Jakarta.

Batan since 2006 to develop a research utilization of anaerobic bacteria derived from livestock that fistula surgery. Animals selected cows and buffaloes.

“Operation fistula was performed on three cows and a buffalo. At the first trial resulted in a dead cow,” said Suryadi.

Animals to be operated fistula must be over two years. Every morning, faeces can be taken through a hole in the side of the fistula surgery on the stomach of a cow or buffalo.

Intake of liquid manure in the form of about 120 milliliters, but it contains millions of anaerobic bacteria are ready to bred.

Furthermore, bacteria can be used for various purposes, among others, to produce materials peluruh organic ingredients that cause blocks in the toilet, sink, sink lines, and so forth.

“Batan itself developed for a mixture of dried fodder. Feeding cattle with the content of anaerobic bacteria (engineered in a state of suspended animation) will help the digestive processes of livestock,” said Suryadi.

Anaerobic bacteria previously engineered so that a dead faint when it will come back alive into the animal’s stomach along with food that is consumed. With anaerobic bacteria supplement, food digestion process becomes faster.

Bacteria

Suryadi been also assisting small and medium scale enterprises for productive enterprises anaerobic bacteria. One of them, Multipurpose Cooperative Agro Makmur Enterprises in Karanganyar, Central Java.

Budi Soelaiman Sunarto, as the founder of the cooperative, said that bacteria can breed processes conducted at the level of rural farmers with abundant raw materials. Cooperative made with products that are branded “BioJoos”.

“The media can use the milled rice husk or tubers are used as flour,” said Budi.

According to Budi, the first step, namely rice husk flour to prepare media or tubers. Cattle dung that has been taken and squeezed. Juice contains a source of bacteria. Water is then mixed with flour or flour husks tubers. “His name is the process of probiotics,” he said.

That process should be minimized so that contaminated air content of aerobic bacteria (bacteria that require oxygen) can not flourish in the media.

Media flour husks or tubers that have been mixed with bacteria and then diperam nerds in tightly closed containers. Diperam duration up to two weeks, but once every two days should be flip-flops for a few minutes.

The process is completed after two weeks diperam. Media flour husks or tubers of anaerobic bacteria that already contains a dead faint and ready to use.

“If it will not be used immediately, should be packed into a sealed plastic,” said Budi.

Recommended product storage at a temperature of 30 degrees celsius in a sealed condition so that anaerobic bacteria can remain dormant and survive for many years.

Minggu, 13 Juni 2010

SURAT KETERANGAN

SURAT KETERANGAN

010/ISED-U01/I/2010

Berdasarkan pengujian lapangan yang telah dilakukan pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2010 di depan wisma tamu Pepiptek, dinyatakan bahwa :

Peneliti Utama : Soelaiman Budi Sunarto,SH, MM, MBA

Jabatan : Pimpinan Tim Peneliti

Lembaga : Agro Makmur

Alamat : Jl. Joko Songo No. 33 Doplang Karangpandan

    Karanganyar Jawa Tengah

Telah diadakan uji lapangan, sebagai berikut :

  1. Motor 2 tak dengan beban +/- 100 kg (2 orang) dapat dijalankan dengan bioetanol berkadar 80-85% dengan jarak tempuh 30-35 km dengan menggunakan bioetanol sebanyak 1 liter.

    Selain itu bioetanol kadar 80-85 % tersebut juga mampu digunakan untuk motor 4 tak dengan beban yang sama dengan jarak tempuh 35-40 km/liter bioetanol.

  1. Genset 1000 watt juga dapat dinyalakan dalam waktu 50 menit/liter bioetanol kadar 85 % dengan beban pemakaian daya output 500 watt, sedangkan genset 2500 watt mampu menyala dalam waktu 30 menit/liter bioetanol kadar 85 % dengan beban yang sama.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sesungguhnya sesuai dengan kaidah ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

                  Direktur Eksekutif,


Dr.-Ing. Pudji Untoro

Minggu, 19 April 2009

(Pencetus Rekayasa Pertanian Organik)

PENGANTAR KATA


Seiring dengan krisis ekonomi yang melanda Amerika, maka hampir semua negara yang tidak siap menghadapinya, terasa sekali terkena imbasnya. Kecuali negara tirai bambu China yang telah mempersiapkan diri meningkatkan harkat hidup masyarakatnya dengan mengubah infrastruktur negara pertanian / agraris menjadi negara semi industri dengan bahan baku kandungan lokal. Sehingga sudah tidak lagi tergantung dengan negara lain sebagai pemasok.
Persiapan langkah negara tirai bambu China ini merupakan sebuah contoh dikalangan negara-negara Asia yang mempunyai Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam melimpah yang patut dimanfaatkan untuk mengayomi hajat hidup orang banyak seperti tersurat di dalam Undang-Undang Dasar’45 pasal 33 ayat 3.
Panulis berusaha mengingatkan kekayaan alam Indonesia yang tiada taranya dibanding dengan negara-negara sekitar kita. Maka sudah selayaknyalah kita mampu untuk hidup dengan ekonomi biaya murah, yaitu memanfaatkan semua kandungan lokal untuk menjadi Sumber Daya Alam yang dapat mengayomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat majemuk dan kaya akan segala bahan-bahan yang dibutuhkan di dalam operasional kehidupan sehari-hari.
Salah satu komoditas ketahanan pangan dari kandungan lokal yaitu ”singkong” memiliki manfaat dan kegunaan yang sangat luar biasa bila dioptimalkan dengan teknologi ilmu pengetahuan ”rekayasa pertanian organik”.
Tentu saja Indonesia akan menjadi lebih maju dari negara tirai bambu China dan menjadi mercu suar dunia, bila kita mau menyadari dan memberdayagunakan segala kemampuan untuk memajukan Indonesia, melalui segala aspek prestasi kehidupan.
Untuk itu kita tidak akan lagi tergantung kepada pasokan barang-barang luar negeri dan betul-betul meningkatkan harkat hidup masyarakat Indonesia, dengan mengkonsumsi kandungan lokal sebagai bahan baku produksi sehari-hari. SEMOGA



Hormat saya,
Pimpinan Agro Makmur


Soelaiman Budi S.
(Pencetus Rekayasa Pertanian Organik)

Selasa, 23 Desember 2008

KOMPAS.23 Desember 2008

MENGUBAH SAMPAH MENJADI "MINYAK TANAH"

Selasa, 21 Oktober 2008

Rabu, 18 Juni 2008

PROSES PEMBUATAN BIOETANOL SKALA UKM DENGAN BAHAN SINGKONG / UBI KAYU

PROSES PEMBUATAN BIOETANOL SKALA UKM DENGAN BAHAN SINGKONG / UBI KAYU

Kita bahas terlebih dahulu mengenai pengolahan ubi kayu segar berkadar pati 28 % yang ditargetkan menghasilkan 7 liter bioetanol. Proses tersebut berlangsung sebagai berikut :
Kupas kasar ubi kayu segar sebanyak 50 kg. Cuci dan giling dengan mesin penggiling listrik, mesin bensin ataupun diesel
Saring hasil penggilingan untuk memperoleh bubur ubi kayu.
Masukan bubur ubi kayu ke dalam drum yang terbuka penuh bagian atasnya.
Tambahkan air 40 – 50 Liter dan aduk sambil dipanasi menggunakan kompor minyak tanah, gas ataupun tungku batu bara dan limbah pertanian baik yang dibakar langsung seperti batok kelapa, cangkang, sabut, rating-ranting kayu, maupun limbah pertanian dan peternakan yang diubah menjadi biogas.
Tambahkan 1.5 ml enzim alfa-amilase ( dapat dibeli di toko kimia khusus ). Panas kan selama 30 – 60 menit pada suhu sekitar 900 C.
Dinginkan hingga suhu menjadi 55 – 600 C. gunakan alat penukar panas untuk mempercepat proses pendinginan ( heat excharger ).
Tambahkan 0.9 ml enzim gluko-amilase ( dapat dibeli di toko kimia khusus )
Jaga temperature pada kisaran 55 – 600C selama 3 jam, lalu dinginkan hingga suhu di bawah 350 C. Gunakan alat penukar panas untuk mempercepat proses pendinginan.
Tambahkan 100 g ragi roti ( dapat dibeli di toko bahan – bahan kue ), urea 65 g, dan NPK 14 g. Biarkan selama 72 jam dalam keadaan tertutup, tetapi tidak rapat agar gas karbondioksida yang terbentuk bisa keluar. Fermentasi yang berhasil ditandai dari aroma tape, suara gelembung gas naik ke atas dan keasaman (pH) diatas 1.
Pindahkan cairan yang mengandung 7 – 9% bioetanol itu kedalam drum lain yang didesain sebagai penguap ( evaporator ).
Masak menggunakan kompor minyak tanah, gas, tungku briket batu bara, arang atau bahan baker lain, hingga keluar uapnya menuju alat distilasi. Hal ini terindikasi melalui rambatan panas dalam pipa menuju alat ditilasi dan kenaikan temperature pada thermometer. Nyalakan aliran air di kondensor pengembun uap bioetanol.
Tahan temperature bagian atas kolom distilasi pada suhu 790C ketika cairan bioetanol mulai keluar. Kontrol temperature dapat dilakukan dengan dua cara yakni mengatur air refluks dalam alat distilasi dan atau mengatur api kompor
Fraksi bioetanol 90 – 95 % akan berhenti mengalir secara pelan-pelan.
Keluarkan limbah melalui kran bawah drum, melewati saringan yang akan menahan limbah padat dan meloloskan limbah cair.