Rabu, 18 Juni 2008

PEMBUATAN RAGI TAPAI ( STARTER TAPAI )

PEMBUATAN RAGI TAPAI ( STARTER TAPAI )


1. PENDAHULUAN

Serealia dan umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia. Produksi serealia terutama beras sebagai bahan pangan pokok dan umbi-umbian cukup tinggi. Begitu pula dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan akan serealia dan umbi-umbian sebagai sumber energipun terus meningkat. Tanaman dengan kadar kabohidrat tinngi seperti halnya serealia dan umbi-umbian pada umumnya tahan terhadap suhu tinggi. Serealia dan umbi-umbian sering dihidangkan dalam bentuk segar, rebusan atau kukusan, hal ini tergantung dari selera.

Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagi usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainnya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non beras.

2. BAHAN

1) Ketan Putih 1,5 kg
2) Bawang putih 50 gram
3) Merica 50 gram
4) Lengkuas ( laos ) 7,5 gram
5) Cabai untuk jamu 50 gram
6) Air perasan tebu secukukupnya

3. ALAT

1) Alat penumbuk ( alu )
2) Tampah (nyiru)
3) Ayakan halus
4) Merang (Jerami)
5) Baskom atau panci
6) Daun pisang atau lembaran plastik

4. CARA PEMBUATAN

1) Haluskan merica dan cabai kemudian ayak
2) Tambahkan bawang putih dan lengkuas lalu haluskan lagi sampai rata
3) Rendam ketan putih semalam tiriskan kemudian keringkan. Tumbuk sampai halus dan ayak
4) Campurkan bumbu dan tepung sampai rata
5) Tambahkan air perasaan tebu sampai menjadi adonan yang mudah dibentuk, tetapi tidak terlalu basah.
6) Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan pipih ( diameter + 4 cm )
7) Letakkan pada tampah bambu yang telah dialasi merang padi kemudian taburi bagian atasnya dengan ragi
8) Tutup dengan daun pisang atau lembaran plastik
9) Simpan selama + 2 malam agar tumbuh jamur
10) Jemur hingga kering di bawah sinar matahari selama + 2-5 hari atau diatas tungku bila musim hujan
11) Simpan ditempat yang kering

Tidak ada komentar: